Logo Institut Kesehatan Helvetia FARMA-COMMUNITY D3 Farmasi IKH

D3 Farmasi, Institut Kesehatan Helvetia

Belajar memutuskan,
bukan menghafal.

Enam modul praktik apotek komunitas, dari stok opname sampai konseling, dengan skor yang bisa ditelusuri.

Akun dibuat oleh dosen pengampu. Tidak ada pendaftaran terbuka.

Institut Kesehatan Helvetia

Berita Acara Stok Opname

Menunggu verifikasi
NomorBASO/IKH-FARM/2026/10/0007 Tanggal24 Oktober 2026 LokasiRak A, Obat Bebas
Contoh rincian stok opname
Obat Batch ED Sistem Fisik Selisih
Paracetamol 500 mg PCM-2411 11/2027 120 118 -2
Ambroxol 30 mg AMB-2408 08/2027 64 64 0
ORS sachet ORS-2402 02/2027 40 37 -3
MahasiswaNadia Siregar
DosenDiding P. Jaya
Nilai selisihRp 18.400

WWHAM

5 pertanyaan, 20 poin

  • Who
  • What
  • How long
  • Action
  • Medication

Tidak ada keputusan sebelum skrining.

Contoh tampilan BASO. Data pada gambar adalah simulasi.

6modul praktik
3peran terpisah
BASOsiap cetak A4
CPLterpetakan

Indeks modul

Enam modul, satu alur pelayanan.

Setiap modul berakhir pada keputusan dan bukti, bukan pada halaman baca yang selesai.

Stok Opname dan BASO

Hitung fisik per batch, temukan selisih, terbitkan berita acara yang bisa dicetak dan diverifikasi.

Rilis 1

Swamedikasi

WWHAM, tanda bahaya, keputusan, pilihan obat, dan edukasi pasien dalam satu alur.

Rilis 1

Konseling Obat

Tiga belas langkah konseling, teach-back, dan kartu jadwal minum yang bisa dicetak.

Rilis 1

Database Obat

Monografi ringkas, penandaan LASA, interaksi terbatas, dan sumber yang bisa dicek.

Rilis 1

DAGUSIBU

Sepuluh skenario tentang mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat.

Rilis 1

Kuis UKTTK

Dua puluh soal vignette, mode latihan dan try out, ambang lulus 75.

Rilis 1

Cara kerja

Yang membedakan bukan tampilannya.

Aplikasi ini menolak menyembunyikan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan mahasiswa.

  1. Selisih tidak bisa ditutup tanpa penjelasan.

    Setiap angka yang berbeda wajib punya kategori dan catatan investigasi. Tidak ada tombol simpan yang melewati itu.

  2. Verifikasi mengubah stok, bukan hanya status.

    Saat dosen menyetujui, stok batch disesuaikan dan kartu stok ditulis dalam satu transaksi.

  3. Nilai resmi punya jejak.

    Rubrik dosen menjadi nilai praktikum. Skor otomatis tetap tersimpan sebagai umpan balik dan tidak ditimpa.

Alur satu sesi

Satu sesi, empat keputusan.

Bukan kuis yang bisa ditebak. Setiap langkah meninggalkan alasan yang bisa diperiksa dosen.

  1. Baca kasus

    Pasien, keluhan, dan obat yang sudah dipakai.

  2. Skrining

    WWHAM dan tanda bahaya sebelum memutuskan.

  3. Putuskan

    Swamedikasi atau rujuk, dengan alasan yang jelas.

  4. Dokumentasikan

    Catatan, skor, dan bukti yang bisa ditelusuri.

Akreditasi

Bukti capaian lahir dari pemakaian.

Bukan laporan yang disusun ulang di akhir semester. Jejaknya terbentuk saat mahasiswa bekerja.

CPL-01

Pengelolaan sediaan farmasi

Mampu mencatat, menghitung, dan mempertanggungjawabkan persediaan obat secara akurat.

CPL-02

Pelayanan swamedikasi

Mampu melakukan skrining keluhan dan menentukan tindakan yang aman bagi pasien.

CPL-03

Komunikasi dan konseling

Mampu memberikan informasi obat yang jelas dan memastikan pemahaman pasien.

CPL-04

Edukasi masyarakat

Mampu menyusun dan menyampaikan edukasi penggunaan obat yang benar kepada masyarakat.

Masuk dengan akun kampus.

Akun dibuat oleh dosen pengampu. Jika belum punya, hubungi pengampu mata kuliah Farmasi Komunitas.

Masuk ke kelas